Tim yang Beragam Merupakan Sumber Inspirasi dan Kekuatan Bagi L'Oréal Indonesia

Misi L’Oréal Indonesia sebagai perusahaan kosmetika nomor 1 di dunia tidak hanya berhenti sebatas untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan dunia, tetapi lebih dari itu, L’Oréal Indonesia memiliki komitmen untuk beroperasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta menciptakan tempat kerja yang setara untuk seluruh karyawan L’Oréal Indonesia.

Seluruh karyawan yang menjadi bagian dari L’Oréal Indonesia, baik perempuan maupun laki-laki, akan diberikan kesempatan dan peluang yang setara untuk mengembangkan potensi penuh mereka. Di L’Oreal Indonesia, perempuan mewakili 43 persen dari total angkatan kerja perusahaan,yang terdiri  47 persen di level manajerial dan 54 persen merupakan anggota Komite Manajemen. Selain itu, 1,3 persen dari talent L’Oréal Indonesia merupakan karyawan dengan disabilitas.

Beberapa kebijakan dan prosedur utama yang L’Oréal Indonesia miliki untuk menciptakan budaya yang menjunjung kesetaraan gender, antara lain:

  1. Kebijakan Perekrutan yang tidak bias gender dan stereotipe 

  2. Tinjauan remunerasi tahunan, yang aktif memantau kesenjangan upah berdasarkan gender

  3. Memastikan jalur promosi yang jelas dan tersedia bagi semua karyawan. 

Untuk meningkatkan kebijakan kesetaraan gender, L'Oréal Indonesia juga bekerjasama dengan organisasi eksternal, seperti Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) untuk menilai kebijakan, praktik, dan budaya L’Oréal Indonesia lebih lanjut. Berdasarkan hasil Gender Equality Assessment, Results, and Strategies (GEARS) Tools yang difasilitasi oleh IBCWE, L’Oréal Indonesia berhasil menerima skor tertinggi pada beberapa area berikut:

Bahkan, selama pandemi COVID-19 berlangsung L’Oréal Indonesia juga memiliki berbagai kebijakan yang dirancang secara khusus untuk membantu karyawan terutama para orang tua yang bekerja untuk mendapatkan work-life balance, salah satunya melalui kebijakan flexible working arrangement, di mana setiap L’Ore?alian memiliki kebebasan untuk memilih jam kerja, selama memenuhi jumlah jam kerja sebanyak 8 jam. Selain itu, L’Oréal juga memberikan kesempatan khusus kepada karyawan yang sedang hamil untuk bekerja dari rumah selama pandemi ini. 

Magdalena menambahkan, dari saat fase kehamilan hingga melahirkan, kebijakan L’Oréal benar-benar memastikan kesehatan jasmani dan rohaninya terpenuhi. Mulai dari pemberian maternity leave selama 16 minggu atau 4 minggu lebih lama dari standar cuti melahirkan di Indonesia, pemberian training parenting selama pandemi, hingga diadakannya jasa konsultasi gratis dengan psikolog profesional (Employee Assistance Program) semuanya dapat dengan mudah diakses.

Tak berhenti sampai di situ, Magda mengaku jika dirinya dapat menjalani masa-masa cuti kehamilan tanpa perlu merasa cemas akan perkembangan karirnya di L’Oreal. “Di L’Oreal, cuti melahirkan dianggap sebagai sebuah selingan singkat dan bukan sebuah gangguan besar pada karir. Sebelum cuti melahirkan dimulai, saya dan atasan sudah membuat diskusi terbuka tentang proses handovers di awal dan akhir masa cuti, preferensi berkomunikasi selama masa cuti serta proses transisi untuk kembali bekerja sepenuhnya,” ujar Magda.

Sebagai perusahaan global, L’Oréal percaya bahwa kesetaraan gender di dunia kerja dapat diusahakan mulai dari lingkungan kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan. Di bawah payung program Share and Care, L’Oréal bertujuan untuk memberikan standar manfaat sosial secara global, sekaligus mendorong setiap negara untuk membuat inovasi sosial mereka sendiri.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai keseharian karyawan L’Oreal Indonesia, silahkan kunjungi website resmi kami https://www.loreal.com/en/indonesia/


Download File