JLL Indonesia Mendukung Ibu Bekerja dengan Menyediakan Dukungan Berupa Sistem, Lingkungan, dan Tempat Kerja yang Fleksibel.

Pada tahun 2017, JLL bekerjasama dengan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan membawa misi untuk mendorong keberagaman, memberikan kesempatan yang sama untuk laki-laki dan perempuan di tempat kerja, menyampaikan pentingnya untuk mempromosikan kesetaraan dan mengembangkan kebijakan terkait hal tersebut. JLL menjadi satu dari lima perusahaan pertama yang telah mendapatkan sertifikasi EDGE, yaitu metodologi penilaian global dan standar sertifikasi bisnis untuk kesetaraan gender.

“Aset kami yang paling berharga adalah para pekerja kami. Kami bangga pada budaya inklusif yang dimiliki oleh JLL untuk semua latar belakang dan pengalaman.” James Allan, Country Head, JLL Indonesia menyampaikan latar belakang dibalik komitmen JLL Indonesia dalam memiliki kebijakan dalam kesetaraan gender.

Komitmen yang dipegang oleh JLL Indonesia membantu meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia kerja. Rosari Chia salah satu Senior Director, Office Leasing, JLL Indonesia telah merasakan dukungan tersebut beberapa tahun ini.

Dukungan Bagi Ibu Pekerja

Selama 14 tahun bekerja di JLL Indonesia, Rosari menjalani delapan tahun di antaranya sebagai seorang ibu. Setiap hari, Rosari menghabiskan 12 jam untuk waktu di perjalanan dan bekerja di kantor, sehingga Rosari hanya memiliki waktu maksimal 3 jam dengan keluarga. Dengan sedikitnya waktu yang tersedia, Rosari tetap dapat memberikan waktu berkualitas untuk keluarga seperti yang diinginkan oleh semua ibu pekerja, mulai dari cuti untuk merawat anak yang sedang sakit hingga membawa anak ke kantor melalui program pekan ramah anak menjelang Hari Raya.

Rosari dapat merasakan perbedaan yang diberikan oleh JLL Indonesia terlebih ketika sedang dalam masa kehamilan kedua, Rosari dapat mengambil waktu bekerja secara bertahap dengan 4 bulan cuti melahirkan bahkan dapat dengan nyaman kembali bekerja sebagai ibu menyusui karena JLL Indonesia memiliki ruang laktasi yang diberi nama Kartini. Sebagai ibu pekerja, Rosari merasa JLL telah menyediakan dukungan berupa sistem, lingkungan, dan tempat kerja yang fleksibel.

Ketika ibu berhasil memenuhi hak anak untuk mendapat ASI, maka tidak hanya kesehatan anak yang akan terlindungi, di saat bersamaan ibu menyusui mendapatkan manfaat fisik dan psikologi yang akan mendukung kinerja dan produktivitas di tempat kerja.

“Untuk menjaga produktivitas dan kenyamanan ibu pekerja saat cuti melahirkan, perusahaan JLL Indonesia memberikan perpanjangan periode cuti, dari yang biasanya 3 bulan menjadi 4 bulan, sehingga para ibu dapat menghabiskan waktu lebih banyak dengan bayi mereka,” papar Laetitia, Senior Manager, Human Resource, JLL Indonesia.

Pentingnya membuat sistem pendukung untuk ibu di lingkungan kerja karena dalam banyak kasus, perempuan terpaksa mengundurkan diri dari kantornya karena kurangnya sistem pendukung yang baik dari keluarga atau tempat bekerja mereka menjalankan peran ganda.

“Saya beruntung dapat melakukan (peran ganda) itu, dan saya akan menyebarkan pesan tersebut sebaik mungkin dengan terlibat dalam tim Diversity & Inclusion JLL Indonesia,” ungkap Rosari Chia. Kebijakan ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas pekerja wanita yang kembali berkarier setelah cuti melahirkan.

“Saya berharap JLL Indonesia akan terus mendukung perempuan pekerja, serta menerapkan rancangan dan fleksibilitas demi mendukung perempuan dalam lingkup tempat kerja dan juga dalam beragam kebijakan perusahaan,” ungkap Rosari Chia sebagai harapan untuk JLL Indonesia.


Download File