Dampingi Anak Sejak Masa Kehamilan

Ahmad Zaini, salah seorang pencetus petisi cuti ayah, menggugat durasi dua hari tidaklah memadai untuk membantu proses pengasuhan anak di awal kelahiran. Dibandingkan 167 negara lain di dunia, Indonesia termasuk negara dengan masa cuti ayah terpendek. Jatah cuti dua hari bagi ayah untuk mendampingi kelahiran di Indonesia setara dengan durasi yang disediakan oleh pemerintah Paraguay, Guatemala, Argentina, Tunisia, Belanda dan Argentina.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh situs Citation yang menyediakan jasa hukum kepegawaian dan sumber daya manusia di Inggris, Islandia menempati negara terbaik penyedia paternal leave. Islandia memberi jatah cuti 91 hari dengan gaji dibayar penuh bagi ayah baru. Posisi kedua ditempati oleh Norwegia sebanyak 70 hari. International Labour Organization (ILO) mencatat sejak tahun 1994 ada 40 negara yang mulai menerapkan cuti untuk ayah baru. Berbagai temuan ILO menunjukkan pentingnya membangkitkan kesadaran pria atas hak cuti ayah. Sebagai ayah baru, mereka berhak meluangkan waktu lebih banyak dengan istri dan anaknya. Bukti-bukti riset juga mengindikasikan partisipasi aktif orangtua adalah kunci sukses anak-anak menjalani tantangan hidupnya.

Bertanggung Jawab Berdua

Ahmad Zaini menjadi saksi pembagian kerja urusan rumah tangga yang setara sejak kecil. Ayahnya berprofesi sebagai lurah yang biasa kerja di rumah sehingga menghabiskan lebih banyak waktu bersama Ahmad, “Bapak terlibat terus. Dari memandikan sampai mengajarkan belajar Al Quran.” Pengaruh pengasuhan ayahnya menginspirasi Ahmad menjadi sosok bapak yang ingin lebih terlibat pengasuhan anak.

“Dari awal hamil anak pertama, saya dan istri sudah berkomitmen bahwa ini bayi kita berdua. Kita berdua yang mengurus,” jelas ayah tiga anak ini. Ahmad tidak segan ikut belajar kemampuan dasar merawat bayi. Selama masa kehamilan anak pertama, Ahmad dan istrinya rutin datang ke berbagai pelatihan, seperti cara memandikan bayi, persiapan ASI, pijat bayi dan lain sebagainya. Ia percaya kemampuan mendampingi di masa-masa awal kelahiran ini akan menjadi modal kuat kelekatan dengan anak-anaknya di masa depan.

Situs Untuk Ayah Bingung

Kebiasaan Ahmad turun tangan sejak anak-anak masih bayi membuat istrinya lebih leluasa memiliki waktu luang di tengah kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. “Kebetulan kalau hari libur anak-anak maunya sama saya. Dari mandi, sarapan dan jalan-jalan. Ini bisa memberikan me time untuk ibunya. Bahkan sejak anak-anak masih bayi, kalau dia stres mau ketemu sama teman-temannya, ya boleh saja. Enggak masalah karena saya sudah terbiasa,” kata Ahmad sambil tertawa.

Sikap tersebut berbeda sekali dengan yang ditemui Ahmad pada klien-kliennya. Selama menjalani pekerjaan sebagai creative director di agensi periklanan, ia sering bertemu dengan klien produk bayi yang memposisikan ibu sebagai pengemban tanggung jawab utama mengurus anak. Kebanyakan media yang mengangkat isu pengasuhan juga umumnya berbicara kepada kaum ibu. Akibatnya banyak ayah bingung menghadapi anaknya, termasuk teman-teman Ahmad yang sering konsultasi tentang hal ini kepadanya.

Berbagai pengalaman ini memicu Ahmad dan rekan-rekan kerjanya menginisiasi ayahada.com. Sebuah situs berisi tips pengasuhan bagi ayah. “Ayahada.com bercita-cita memberikan inspirasi bagi ayah membentuk keluarga yang asyik,” jelas lulusan Institut Seni Yogyakarta ini. Beberapa bulan setelah diluncurkan, tim ayahada.com sukses memantik perbincangan peran bapak dalam keluarga melalui petisi cuti ayah baru di Indonesia.

Menuai Perhatian Massa

Di luar harapan Ahmad bersama rekannya, Adie S Nugroho, petisi yang mereka buat menuai perhatian media hingga tokoh politik. Selain muncul di berbagai media, salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pun melontarkan wacana memberikan cuti satu bulan bagi ayah baru. Bagi Ahmad,  ini harapan cerah yang telah dinantikan. “Kalaupun pemerintah lama memproses, saya berharap perusahaan bisa melakukan inisiatif terlebih dulu,” ujar Ahmad.

Harapan Ahmad bukan angan kosong. Perlahan-lahan kini semakin banyak perusahaan di Indonesia memiliki kebijakan dan menerapkan durasi cuti ayah yang lebih panjang agar pekerja pria bisa mendampingi istrinya dalam proses dan pasca melahirkan. Johnson & Johnson Indonesia misalnya, per Oktober 2017 mengikuti peraturan pusat dengan memberikan jatah cuti melahirkan dua bulan bagi pegawai pria.

World Economic Forum menyimpulkan negara-negara dengan kekuatan ekonomi terkuat adalah yang memberikan dukungan untuk ibu bekerja, mempersempit kesenjangan pendapatan antara gender dan meningkatkan kesempatan karir perempuan. Salah satu strategi efektif yang dilakukan di negara-negara maju adalah memberikan jatah cuti melahirkan yang mumpuni bagi ayah.

Bila cuti melahirkan bagi ibu diciptakan atas dasar pemulihan kondisi serta pemberian ASI, cuti bagi ayah sesungguhnya tidak cuma menguntungkan bagi anak atau pria saja. Manfaat utama juga dipetik oleh perempuan. Ketika ayah memiliki waktu untuk berbagi urusan rumah tangga dengan pasangannya, maka sebagian besar beban ibu akan terbagi. Ibu bisa lebih konsentrasi bekerja atau meraih kebahagiaan personalnya, Setidaknya inilah yang menurut Ahmad terjadi pada hubungannya dengan sang istri.

Selamat Hari Ayah!


Download File