Lima Kebijakan Ini Diperlukan Agar Perusahaan Mewujudkan Kesetaraan Gender

Berikut lima bentuk kebijakan untuk memastikan kesetaraan gender diterapkan di tempat kerja Anda:

1. Fleksibilitas

Sementara perempuan lebih bersedia menghasilkan lebih sedikit uang dengan jam kerja yang lebih fleksibel, laki-laki sesungguhnya juga menyukai fleksibilitas waktu juga. Terapkan kebijakan yang memungkinkan para pekerja bisa menjalankan tugas dari rumah-baik yang berstatus penuh waktu maupun yang memiliki periode kerja tertentu. Tetap jam kerja utama kemudian membiarkan pekerja memilih sendiri jam kerja mereka di sekitaran jadwal yang sudah ditetapkan Perusahaan.

2. Tetapkan Jadwal

Berbeda tempat kerja, berbeda kebutuhan. Bisnis restoran misalnya tidak memungkinkan seseorang bekerja dari rumah karena semua orang harus berada di satu tempat. Seorang staf tidak bisa meminta pergeseran waktu kerja begitu saja karena bisa merugikan rekan kerja lainnya. Artinya, harus ada penentuan jadwal dimana para pekerja akan ada dimana mereka sedang dibutuhkan keberadaannya. Misalnya, Maya akan berada di kantor pada Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan Tedi hanya pada Selasa, Rabu dan Kamis.

3. Keterbukaan Penghasilan

Satu-satunya cara ketidaksetaraan upah gender terjadi adalah saat informasi penghasilan dirahasiakan. Perusahaan menganggap jumlah penghasilan adalah informasi rahasia, dan banyak yang menganggap membicarakan tentang gaji adalah hal yang tidak pantas.  Sebenarnya pekerja perlu dan harus saling terbuka saat berbincang soal gaji. Tidak ada yang perlu merasa ditipu oleh gaji yang tidak adil saat perusahaan terbuka menyampaikan posisi apa akan menerima berapa.

4. Pelatihan Manajemen

Manajer bisa mengatur dan menghancurkan perusahaan. Oleh sebab itu, pastikan mereka mendapat pelatihan cara mengatur agar perusahaan menyediakan tempat kerja yang nyaman buat semua orang. Para manajer perlu tahu hukum ketenagakerjaan dan gender bukanlah alasan yang menimbulkan perbedaan perlakuan. Kebanyakan manajer buruk bukan karena mereka orang yang tidak baik tetapi karena kurang mendapat pelatihan.

5. Ciptakan Kesetaraan Bukan Berarti Persamaan

Seringkali para manajer merasa bahwa setiap orang harus diperlakukan sama secara identik. Jika Maya mendapat lima butir permen, makan Tedi juga harus mendapat lima butir permen. Prinsip ini bisa berlaku di taman kanak-kanak tapi tidak demikian dalam pendekatan manajemen. Kalau Maya meminta fleksibilitas maka alasan penolakan bukan karena Tedi tidak mendapatkan fleksibilitas.  Alasan penerimaan atau penolakan permintaan seharusnya berdasarkan fakta. Jika ragu, cek aturan hukum atau tanyakan ke pengacara.

Jika setiap pekerja perempuan dan laki-laki sudah memandang perusahaan Anda adalah tempat yang hebat untuk bekerja,  jangan khawatir soal bagaimana kesetaraan gender disana.

Sumber: https://bit.ly/2qxpjfo


Download File