Harijanto: Menjamin Kesejahteraan Buruh Perempuan

Selama tujuh belas tahun menjadi direksi PT Adis Dimension Footwear, Harijanto adalah salah satu pencetus Kebijakan tentang Pelecehan dan Perlakuan Tidak Layak dan kebijakan untuk ibu hamil. Sebagai perusahaan manufaktur sepatu terbesar di Indonesia, kebijakan-kebijakan ini merupakan terobosan penting bagi buruh perempuan yang rentan mengalami diskriminasi.

PT Adis Dimension Footwear (PT Adis) berdiri pada Mei 1989. Di tahun 2008, PT Adis melakukan ekspansi pabrik di Legok, Tangerang, di tahun 2014 ekspansi ke Majalengka, Jawa Barat. Saat ini PT Adis memproduksi sepatu bermerek Nike, dengan rata-rata produksi perbulan 735.851 pasang.

Tidak ada prasangka gender

Sebagai salah satu pendiri Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Harijanto menjelaskan, “Di PT Adis Dimension Footwear, hak-hak, tanggung jawab, status sosial dan akses terhadap sumber daya tidak bergantung pada apakah mereka terlahir sebagai perempuan atau laki-laki. Semua orang diperlakukan secara adil serta memiliki peluang yang setara dalam pekerjaan dan hidup.”

Karyawan perempuan dan laki-laki di PT Adis didorong untuk mengembangkan kemampuan pribadinya dan mengambil pilihan tanpa batasan-batasan yang ditetapkan oleh prasangka mengenai peran atau karakteristik gender. Dengan jumlah karyawan perempuan sejumlah 4.415 orang yang lebih banyak dari karyawan lelaki sejumlah 4.014 orang, Harijanto melihat karyawan perempuan adalah aset yang harus dihargai. Terutama bila berhubungan dengan kebutuhan reproduksinya.

Fasilitas lengkap bagi buruh perempuan

Salah satu tuntutan buruh perempuan Indonesia saat berdemonstrasi dalam rangka Hari Perempuan Internasional bulan Maret lalu di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat adalah ruang laktasi. Ketua Komite Perempuan Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) SPSI Ira Laila, mengatakan bahwa banyak perusahaan tidak menyediakan ruang laktasi, sehingga buruh perempuan terpaksa menyusui di toilet. Hal ini tidak akan ditemui di PT Adis yang menyediakan ruang laktasi bagi seluruh karyawan dan buruh perempuan.

Karyawan di PT Adis yang hamil pun dipastikan tidak akan bekerja di bagian yang berbahaya. Seperti terpapar panas, getaran mesin, bahan kimia, bising dan tidak boleh bekerja di bagian yang berdiri terus menerus. Untuk membedakan karyawan hamil, PT Adis memberikan pin khusus sebagai identitas agar tidak dipekerjakan di tempat yang berbahaya bagi kandungannya. Fasilitas pengontrolan rutin kesehatan kehamilan dan bayi serta senam hamil tersedia untuk memperlancar proses persalinan.

Anti diskriminasi

Film Angka Jadi Suara merupakan inisiatif yang dilakukan Federasi Buruh Lintas Pabrik untuk mengungkap tingginya prevalensi pelecehan seksual terhadap buruh perempuan. Harijanto mengerti bahwa pelecehan seksual akan merusak situasi kerja serta berpotensi mengganggu produktivitas. Oleh karena itu diciptakan Kebijakan tentang Pelecehan dan Perlakuan Tidak Layak yang diatur juga dalam Perjanjian Kerja Bersama.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap norma ini, maka PT Adis berkomitmen untuk melakukan penanganan secara adil. Sanksi yang diberikan pada karyawan jika sudah terbukti melakukan pelanggaran adalah surat peringatan bahkan bisa sampai PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) disesuaikan dengan kasusnya,” tandas Harijanto.

Harijanto menegaskan bahwa keadilan gender berarti adil tanpa ada diskriminasi dalam hal apapun, terutama untuk buruh perempuan yang posisinya kerap dipandang lemah oleh perusahaan. “Saya ingin menjadi pelopor dalam menegakkan kesetaraan gender ini, sehingga buruh perempuan terjamin kesejahteraannya,” tegas Harijanto.