Acara Women Take Over : Leading In A Day

SIARAN PERS

JAKARTA, 18-12-19: Perempuan dan laki-laki memiliki peluang dan akses sama dalam kepemimpinan. Kontribusi pemimpin perempuan yang mendukung perubahan dan perkembangan ekonomi dan bisnis menjadi lebih baik, merupakan salah satu wujud nyata kesetaraan gender di dunia kerja.

Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi manusia. Hak untuk hidup secara layak dan terhormat, bebas dari rasa takut, dan bebas menentukan pilihan. Hak asasi tidak ditujukan hanya bagi laki-laki, tetapi juga perempuan, salah satunya hak sama dalam bekerja dan mengejar jenjang karir. Bank Dunia menyebutkan, tingkat kesejahteraan global dapat meningkat 21,7% jika kesetaraan gender diimplementasikan. Sebaliknya, kerugian pada human capital wealth secara global diperkirakan mencapai US$ 160.2 trilliun akibat gender inequality.

Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Ghafur Dharmasaputra, mengatakan, kesetaraan perempuan dan laki-laki masih menjadi tantangan di Indonesia. Dibutuhkan waktu untuk menyamaratakan posisi antara perempuan dan laki-laki di bidang ekonomi. Pemerintah akan mengubah mindset individu dan kelompok masyarakat untuk semakin sadar gender, yang memberikan akses sama dan luas bagi perempuan dan laki-laki dalam berbagai bidang permbangunan.

“Dapat dipercepat melalui peningkatan aktivitas dan advokasi perempuan di dunia kerja secara proporsional dan profesional,” ujar Ghafur.

Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) memberikan dorongan kepada karyawan perempuan untuk tampil menjadi seorang pemimpin. Melalui Women Take Over: Leading A Day, Direktur Utama Telkomtelstra, Erik Meijer mengatakan, selama ini tidak ada perbedaan perlakuan yang diterima karyawan perempuan dan laki-laki, termasuk memberikan flexible working hours dalam bekerja. “Kita akan merubah mindset bahwa industri IT dominan laki-laki, dimana dari total karyawan kami, sebanyak 70% diisi laki-laki, dan 30% sisanya diisi perempuan. Dalam proses recruitment, kita akan terus meningkatkan jumlah karyawan perempuan. Kita akan prioritaskan. Dan sekarang sudah mulai kelihatan, dengan presentase perempuan dalam bidang-bidang teknik di kita,” tambah Erik.

Menurut CEO Kantar Indonesia, Suresh Subramanian, Kantar memiliki standar dalam membantu kemungkinan karyawan perempuan menjadi pemimpin, karena memiliki rentang KPI (Key Performance Indicators) dan pedoman global terkait hal ini. “Satu hal yang kami lihat dari pemimpin perempuan, karena kami memberikan mereka kepercayaan diri dan peluang yang cukup. Jadi itu sangat tergantung pada perusahaan dan organisasi untuk memberikan peluang bagi pemimpin perempuan untuk lebih mudah berkembang hingga posisi puncak,” jelas Suresh.

Sementara itu, ekonom senior Indef, Aviliani menilai, “Sudah saatnya pemerintah memikirkan era baru dari meledaknya angkatan kerja, tidak saja di sektor formal tetapi juga informal. Dengan makin banyaknya pengangguran terdidik, pemerintah bisa membuat kebijakan strategis dengan cara sertifikasi pekerja. Dengan melakukan hal ini, pekerja Indonesia akan mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain.”

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, berharap sektor swasta bisa menjadi pendorong perubahan dalam memajukan kepemimpinan perempuan dalam sektor swasta dan bisnis. “Kita perlu menciptakan lingkungan kerja yang positif yang memungkinkan perempuan untuk maju dan mencapai posisi kepemimpinan dalam perusahaan. Hal senada diungkapkan oleh Presiden IBCWE, Shinta W. Kamdani, “Ada sejumlah stereotip yang menempatkan perempuan pada pekerjaan dan posisi tertentu di dalam perusahaan, dan perempuan harus memiliki keberanian untuk melawan stereotip tersebut dan meraih mimpi mereka. Melalui inisiatif Women Take Over, para peserta belajar mengenai hal apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin, dan kami berharap pengalaman ini menginspirasi mereka untuk menembus halangan yang mereka hadapi dalam mengejar karir mereka.

Acara Women Take Over ini sekaligus merayakan keberhasilan tiga anggota IBCWE yang baru-baru ini mendapatkan sertifikasi Economic Dividends for Gender Equality (EDGE), yaitu PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Gajah Tunggal Tbk, dan PT Dan Liris. Sertifikasi EDGE dirancang untuk membantu organisasi menciptakan tidak hanya tempat kerja optimal bagi perempuan dan laki-laki, tetapi juga meraih manfaat dari hal tersebut. Sampai saat ini, EDGE sudah bekerja sama dengan lebih dari 150 organisasi di 40 negara dan 22 industri.

EDGE adalah lembaga terkemuka dalam metodologi penilaian dan standar sertifikasi bisnis bagi kesetaraan gender. Sertifikasi ini membantu organisasi menciptakan tempat kerja yang tidak hanya optimal bagi perempuan dan laki-laki, tetapi juga meningkatkan produktivitas, retensi karyawan dan profitabilitas dalam jangka panjang.

Untuk menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, perusahaan harus berkomitmen menjadikan diversity and inclusion sebagai core value dari organisasi, memberi kesempatan bagi karyawan perempuan untuk mengembangkan diri, dan mendorong peningkatan representasi perempuan dalam setiap level kepemimpinan.

Tentang IBCWE

Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) merupakan sebuah koalisi dari sejumlah perusahaan yang berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Misi IBCWE adalah mendukung kalangan bisnis agar berperan secara optimal dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Berdiri sejak 14 Desember 2016, IBCWE kini memiliki 20 (dua puluh) anggota perusahaan yang sangat peduli terhadap isu kesetaraan gender di Indonesia.

Tentang Investing in Women

Investing in Women (IW) merupakan inisiatif Pemerintah Australia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif dan mengurangi kemiskinan di Asia Tenggara. IW didirikan untuk meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan, membangun pasar bagi perempuan, dan mempengaruhi lingkungan sektor swasta dan publik untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan di Filipina, Vietnam, Myanmar dan Indonesia. Fokus yang digarap oleh IW mencakup bidang-bidang prioritas: meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dan sebagai pemimpin bisnis; meningkatkan suara perempuan dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan; dan mempengaruhi sektor swasta dan publik untuk mengenali dan mempromosikan nilai kesetaraan gender.

------

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:

Thomas Pramono Hadi

Marketing & Communications Manager IBCWE

E: thadi@ibcwe.id

M: 08111-949-788