Ring the Bell for Gender Equality

Acara “Ring the Bell for Gender Equality” diselenggarakan pertama kali di Indonesia, untuk memperingati Hari Perempuan Internasional. Kegiatan yang telah dilakukan oleh bursa efek di 82 negara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kegiatan membunyikan lonceng diselenggarakan oleh Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Indonesia Global Compact Network (IGCN), dan UN Women, serta didukung oleh Bursa Efek Indonesia dan International Finance Corporation (IFC).

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menjadi keynote speaker di acara ini. Sri Mulyani ingin membuktikan bahwa dunia kerja bukan hanya milik laki-laki, tetapi juga milik perempuan. Saat ini partisipasi perempuan di dunia kerja hanya mencapai 55,4%, berbeda jauh dengan laki-laki yang mencapai 83%. Dari sisi gaji, rata-rata perempuan diberikan gaji 32% lebih rendah dibandingkan gaji laki-laki. Kondisi ini diperparah dengan masih sempitnya pekerjaan yang ditujukan khusus untuk perempuan. Menurut Sri Mulyani, sebagian besar area pekerjaan yang ada, dianggap tidak cocok bagi perempuan. Padahal, tidak ada pekerjaan khusus untuk laki-laki, sehingga seharusnya perempuan tetap bisa melanjutkan mimpinya untuk meraih pekerjaan dengan memiliki bekal pendidikan tinggi.

Selain Sri Mulyani, keynote speaker lain yang menjadi Wakil Presiden UN Global Compact, Paul Polman, menekankan pentingnya perempuan dalam dunia ekonomi. Dia mendukung langkah perempuan untuk berani tampil dan berbicara. Perempuan harus bersuara sehingga membuat banyak orang memahami pentingnya kesetaraan gender di semua aspek, termasuk di dunia kerja.

Acara “Ring the Bell for Gender Equality” turut mempromosikan penerapan Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Perempuan (Women’s Empowerment Principles – WEPs), yaitu tujuh prinsip-prinsip yang memberikan panduan praktis bagi pebisnis mengenai pemberdayaan perempuan di tempat kerja, tempat kegiatan usaha, dan komunitas. Di tingkat global, lebih dari 1.800 pemimpin bisnis telah berkomitmen untuk menerapkan WEPs.