Solusi Inovatif untuk Meningkatkan Pemimpin Perempuan dalam Teknologi Digital

Foto oleh ThisIsEngineering:

"You can't be what you can't see."

Harus ada lebih banyak perempuan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) sehingga perempuan lain yang ingin mengejar karier mereka di STEM dapat melihat bahwa hal tersebut memungkinkan untuk dicapai. Namun, perempuan masih kurang terwakili di sektor ini.

Berdasarkan Second ASEAN Women in STEM Webinar 2022: Rising Women Leaders in Digital Technology pada 30 Agustus 2022, para pemimpin perempuan berbagi cara mengembangkan solusi inovatif dalam tenaga kerja teknologi digital dari berbagai perspektif mulai dari sosial dan pendidikan, di dalam industri teknologi, dan sektor swasta.

Melalui Sosial dan Pendidikan

Data Lulusan Ilmu dan Teknik yang dikumpulkan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan rata-rata year-on-year sebesar -2,24 persen untuk periode waktu 2013 hingga 2020. Pada tahun 2020, Indonesia memiliki nilai 19,40 persen dari total lulusan perguruan tinggi, menjadikannya bagian dari negara bawah karena memiliki kurang dari 50 persen untuk indikator tersebut.

Pranati Bagchi, pendiri the Lavender Spaceship Project sangat yakin bahwa perempuan muda dapat menjadi aktor strategis dalam teknologi digital. Sebagai masyarakat, kita perlu membantu setiap perempuan muda untuk memiliki kesempatan belajar dan mempraktikkan STEM di lingkungan yang bebas risiko dan ramah. Sehingga mereka akan menemukan cinta mereka pada STEM dan memberi mereka kepercayaan diri untuk mengejarnya. Selain itu, sebagai pendidik dapat melakukan berbagai cara, seperti:

  1. Meningkatkan kesadaran orang tua & pendidik, terutama pada usia yang lebih muda.
  2. Sarankan kursus sepulang sekolah untuk merasakan teknologi.
  3. Menemukan mentor/role model bagi siswa untuk mendapatkan bimbingan dan koneksi.
  4. Mencari peluang magang bagi mahasiswa.
  5. Sebagai seorang pendidik, Anda harus meningkatkan keterampilan Anda dan tetap mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
  6. PERCAYA DIRI!

Melalui Industri

Bagi perempuan yang ingin dan sedang mencoba membangun bisnis, penting untuk menemukan passion kamu, menemukan support system kamu, dan menjadi tangguh. Penting juga untuk menunjukkan rasa percaya diri dan berani mengklaim prestasi yang telah diraih.

Fransiska P.W Hadiwidjana, Co-founder dan CTO WomenWorks Indonesia berbagi pengalamannya di industri teknologi. Ketertarikannya pada teknik juga mendorongnya untuk memilih jurusan informatika di Institut Teknologi Bandung. Fransiska juga memperluas wawasan dan menambah pengalamannya dengan mengikuti berbagai program magang, seperti vendor capital Jepang, Microsoft, Google Summer of Code, summer program di Silicon Valley, dan empat program magang lainnya.

Berangkat dari pengalamannya mengalami bias gender, sulit untuk menemukan mentor perempuan dan keinginan untuk memberi kembali guna membantu perkembangan karir perempuan di Indonesia. Fransiska menggagas WomenWorks pada April 2020 bersama dua co-founder lainnya, Windy Natriavi dan Nadhira Audrelya. WomenWorks menawarkan bimbingan, kelas master, dan membuka peluang bagi perempuan Indonesia untuk terhubung satu sama lain. Sejauh ini, Fransiska telah mengembangkan solusi inovatif untuk masalah paling mendesak di industri ini dan solusi teknologi transformatif gender yang canggih.

Melalui Sektor Swasta

Pekerjaan di dunia digital tumbuh dua kali lebih cepat dari pekerjaan lain dan menghasilkan 25 persen lebih banyak. Namun, ada kesenjangan gender yang besar dalam teknologi karena stereotip, bias gender, dan kurangnya role model. Sehingga perempuan hanya mengisi kurang dari 25 persen tenaga kerja teknologi.

Maya Juwita, Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan Action Council Manager B20 Indonesia menjelaskan bahwa sektor swasta dapat membantu menutup kesenjangan gender dalam pekerjaan teknologi digital dan memberikan peningkatan peluang bagi perempuan sehingga mereka dapat mengejar dan berhasil dalam karier STEM. Lima Langkah yang dapat dilakukan oleh sector swasta yaitu meningkatkan kesadaran perempuan di STEM, menampilkan perwakilan perempuan, berkolaborasi antara sektor swasta dan penyedia pendidikan, membuat kebijakan yang ramah keluarga, melakukan program untuk mendukung perempuan di STEM.

21 September 2022 | Tiara Tri Hapsari