Cukup dengan Kasus Bisnis dan Mulai dengan Sponsor; Memajukan Perempuan dalam Kepemimpinan

Photo by Freepik

 

Sebagian besar CEO berasal dari line position – sebuah posisi yang memiliki otoritas dan tanggung jawab untuk mencapai sebagian besar tujuan perusahaan. Tetapi, studi Mckinsey Women Matter tahun 2016 menunjukkan ketika perempuan mencoba meningkatkan karier mereka ke posisi yang lebih tinggi, mereka justru semakin berpindah dari pekerjaan line position ke pekerjaan staf, sebuah pekerjaan yang berfokus pada keahlian atau pendukung daripada tanggung jawab untuk proyek-proyek besar. Bahkan pada saat perempuan mencapai tingkat manajemen menengah atas, hanya sekitar 20 persen dalam pekerjaan dengan tanggung jawab laba rugi.

Sementara itu, laki-laki lebih cenderung berada dalam line position dan mendapatkan pekerjaan yang lebih besar secara keseluruhan. Studi dari alumni sekolah bisnis terbaik pada tahun 2012 menemukan:

Perbedaan pada akses ke peran penting dapat semakin lebar jika terdapat kesenjangan gender pada pandangan pemimpin eksekutif yang dapat menyediakan akses ke peran tersebut. Pada tahap ini, sifat manusia menciptakan ruang yang tidak merata, yaitu kecenderungan orang untuk tertarik pada mereka yang memiliki kesamaan, salah satunya gender, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan bahwa laki-laki pada tingkatan tinggi akan mensponsori dan mengadvokasi laki-laki lain ketika terdapat peluang kepemimpinan. 

Terkait hal tersebut, masih terlalu sedikit perempuan yang mencapai puncak karier mereka. Alasan terbesar para pekerja perempuan adalah mereka tidak mendapatkan tugas yang melibatkan banyak risiko atau konsekuensi serius yang merupakan prasyarat untuk mendorong ke manajer tingkat eksekutif dalam sebuah perusahaan. Kurangnya sponsor yang kuat untuk menuntut dan memastikan bahwa mereka mendapatkan pekerjaan stepping-stone, sebuah pekerjaan yang membantu untuk membuat kemajuan dalam karier.

Herminia Ibarra telah bekerja dengan berbagai organisasi yang telah bereksperimen dengan skema sponsor dan berakhir dengan kembali ke pendampingan yang kurang efektif. Biasanya, para perempuan yang memiliki potensi tinggi cenderung meninggalkan program sponsorship karena pengalaman telah menunjukkan bahwa ketika seseorang meminta eksekutif senior untuk memberikan saran dan dukungan, orang tersebut tidak dapat memaksa para eksekutif senior untuk mendukung dan mengadvokasi subordinat perempuan yang tidak mereka kenal dengan baik.

Maka dari itu, perusahaan perlu melihat program sponsorship sebagai sebuah spektrum perilaku yang memungkinkan berbagai jenis komitmen. Komitmen tersebut termasuk mentorship, sebuah cara seseorang yang memiliki pengetahuan membagikannya dengan orang lain, dan sponsorship, sebuah cara untuk membantu superior menggunakan pengaruh pribadi mereka untuk berbicara, mengadvokasi, dan menempatkan subordinat dalam peran kunci.

Dalam urutan, komitmen dibagi menjadi beberapa tahap:

Hal ini akan mengarah pada hasil yang lebih baik daripada memiliki para eksekutif senior yang hanya mengisi form tanpa pernah benar-benar menjadi advokat. Sebuah studi yang dilakukan oleh David Smith & Brad Johnson di Akademi dan Perguruan Tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan bahwa ketika perempuan dibimbing oleh laki-laki, mereka menghasilkan lebih banyak uang, mendapatkan lebih banyak promosi dan memiliki hasil karier yang lebih baik – bukan karena laki-laki adalah mentor yang lebih baik tetapi karena mereka memiliki lebih banyak kekuatan dalam organisasi.

Agar program sponsorship berkembang, baik eksekutif maupun organisasi harus menjelaskan tentang sponsor dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk memastikan perempuan memiliki dukungan penuh sesuai dengan yang dibutuhkan.

Untuk memahami pentingnya program sponsorhip di tempat kerja untuk mendukung kepemimpinan perempuan, ikuti webinar dalam perayaan Hari Perempuan Nasional 2021 pada 22 Desember 2021, pukul 14.00 – 16.00 WIB (GMT +7) berjudul Enough with Business Case and Start with Sponsorship; Advancing Women into Leadership. Pendaftaran dapat dilakukan pada tautan ini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh IBCWE, Investing in Women, Australian Embassy; disponsori oleh Pertamina; dan bekerja sama dengan KLY dan Fimela.com.



8 Desember 2021

Tiara Tri Hapsari