Apa Itu Likeability Gap? Apa Dampaknya Bagi Pekerja perempuan?

Likeability gap adalah penyesuaian perilaku agar lebih diterima atau lebih disukai oleh sebuah kelompok, dalam kasus ini adalah kelompok gender. Likeability gap merupakan salah satu dampak dari bias gender dan double bind (ikatan ganda).

Dalam sebuah penelitian, data menunjukkan bahwa kesuksesan dan dan disukai tidak sejalan untuk perempuan. Para pemimpin perempuan lebih tidak disukai daripada laki-laki, bukan karena kesuksesan mereka tapi karena perilaku mereka yang mungkin berbeda dari sifat alami mereka. Sehingga banyak perempuan beranggapan bahwa untuk disukai berarti melakukan sesuatu dengan tepat atau bersikap baik, seperti:

Namun sesungguhnya, perilaku seperti ini justru memperkuat bias gender yang ada di tempat kerja yang kemudian berdampak pada kesetaraan upah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kinerja perempuan dievaluasi lebih kepada kualitas pribadi daripada kompetensi mereka dan perempuan yang menegaskan diri mereka bahwa mereka pantas mendapatkan kenaikan gaji sering kali mendapatkan sanksi karena melakukannya.

 

Tipe-tipe Likeability

The Goldilocks Conundrum / Teka-teki Goldilocks

Hanya ada anggapan bahwa kamu ‘terlalu hangat’ atau ‘terlalu dingin’. Perempuan yang asertif sering dianggap agresif dan tidak disukai namun kalau perempuan terlalu baik, mereka dianggap tidak cukup baik sebagai pemimpin. Dalam hal ini, perempuan harus menjadi apa yang diharapkan oleh perempuan lain atau apa yang diharapkan dari seorang pemimpin.

The Unattainable Luxury of Authenticity / Autentisitas adalah suatu kemewahanan yang sulit tercapai

Kamu diberi tahu bahwa kamu ‘terlalu berlebihan’ atau ‘tidak cukup’ sehingga membuat kamu menurunkan kualitas diri agar sesuai dengan keinginan orang lain. Mengubah siapa diri kamu yang mungkin bisa melemahkan siapa diri kamu yang sebenarnya.

Likeability Penalty / Sanksi disukai

Jika kamu mencapai kesuksesan, kamu menjadi kurang disukai karena masyarakat tidak biasa melihat perempuan berada dalam kesuksesan. Bagi perempuan, setiap langkah menuju kesuksesan selalu disambut dengan kritik. Bagi perempuan, mengejar kenaikan gaji atau promosi dipandang sebagai hal yang kurang tepat. 


Cara mengatasi Likeability Gap

  1. Fokus pada membangun hubungan dengan orang lain, memahami orang lain dan bersikap inklusif, bukan bagaimana kamu mengontrol pemikiran dan perilaku orang lain.
  2. Biarkan empati menjadi kekuatan kamu dalam memimpin. Terus mendengarkan, memahami menunjukkan bahwa kemanusiaan adalah karakter kepemimpinan yang kuat.
  3. Percaya diri dan pertahankan nilai-nilai diri kamu. Alih-aliih menjadi plin-plan, pegang teguh keyakinan kamu, itu penting.
  4. Jangan membuat atau menilai diri kamu kecil. Kamu ada diposisi saat ini karena kerja keras kamu, karena kamu mau berkembang, karena kamu mau belajar.

Tidak mudah untuk menantang dan mengatasi bias gender karena norma sosial atau norma budaya. Beberapa di antara kita, sering melakukannya tanpa sadar. Tapi kita bisa memutuskan untuk tidak menurunkan kualitas diri hanya agar diterima atau disukai.

Mari saling menghargai dan memanfaatkan sifat feminin atau maskulin yang ada secara alami pada perempuan atau laki-laki untuk menciptakan kepercayaan, integritas, hubungan yang tulus, dan visi yang kuat agar kinerja tim menjadi lebih baik.  Selain itu, bisa mendorong partisipasi perempuan pada kepemimpinan.

 

15 Oktober 2021

Tiara Tri Hapsari

 

Sumber:

https://www.freepik.com/photos/people

https://www.forbes.com/sites/nazbeheshti/2019/03/08/international-womens-day/?sh=26a7bd976f21

https://www.blueprintgreen.us/blog/how-to-avoid-the-likeability-trap