Persaingan dalam Melamar Pekerjaan Membuat Perempuan Memiliki Banyak Pertimbangan

Sebuah studi Hewlett-Packard mengenai praktik perekrutan internal menemukan bahwa laki-laki melamar pekerjaan ketika mereka memenuhi 60 persen kualifikasi. Sementara, perempuan baru berani melamar hanya jika mereka yakin 100 persen akan mendapatkan pekerjaan itu. 

Selama proses melamar pekerjaan, perempuan memperhatikan hal-hal berikut sebagai bahan pertimbangan dan penilaian:

  1. Gaji, tunjangan dan keuntungan seperti kebijakan kerja fleksible, cuti orang tua, akses kesehatan baik fisik maupun mental (68%)
  2. Kualifikasi yang dibutuhkan (57%)
  3. Tugas sehari-hari dari peran tersebut (50%)
  4. Budaya perusahaan (32%)

Perempuan terkadang menahan diri untuk melamar pekerjaan karena persepsi mereka tentang proses perekrutan.

"Orang yang tidak melamar pekerjaan percaya bahwa mereka membutuhkan kualifikasi tidak untuk melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi untuk dipekerjakan secepatnya. Mereka mengira bahwa kualifikasi yang dibutuhkan adalah… yah, kualifikasi yang dibutuhkan. Mereka tidak melihat proses perekrutan sebagai proses di mana advokasi, hubungan, atau pendekatan kreatif untuk membingkai keahlian seseorang dapat mengatasi keterampilan dan pengalaman yang tidak dimiliki berdasarkan kualifkasi tersebut,” tulis Tara Sophia Mohr dalam Harvard Business Review.

Adanya gender stereotype juga mendorong perempuan untuk menahan diri saat melamar pekerjaan:

  1. Kurang percaya diri dan meremehkan kemampuan mereka.
  2. Menahan diri untuk mengekspresikan ide, terutama ketika dalam bidang male-dominated.

Hal tersebut mengakibatkan perempuan melamar pekerja 20 persen lebih sedikit dari laki-laki dan 16 persen lebih kecil kemungkinannya untuk melamar setelah melihat iklan pekerjaan tersebut. Perempuan juga 26 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meminta rujukan bahkan ketika mereka memiliki koneksi dengan seseorang di perusahaan yang sedang merekrut. 

Untuk dapat masuk ke dalam persaingan kerja dan melampaui gender stereotype tersebut, perempuan dapat terus berupaya mengembangkan diri dengan cara;

  1. Menguasai bidang pekerjaan. Dalami dan fokus pada satu bidang keahlian, hingga menguasai bidang karena memiliki peluang sukses lebih tinggi.
  2. Percaya diri. Tidak perlu takut untuk bersaing jika memang kamu memiliki kemampuan atau ingin belajar kemampuan pada bidang tersebut.
  3. Terus belajar dan kembangkan diri. Belajar bisa dari pengelaman sendiri, kelas-kelas singkat atau belajar dari pengalaman orang lain seperti mengikuti diskusi atau seminar.
  4. Kreatif dan proaktif. Mengikuti tren yang berkembang untuk mendapatkan inspirasi serta ide baru yang bisa ikut menunjang kinerja atau prestasi. Jangan lupa juga untuk proaktif menyampaikan ide tersebut.
  5. Bergabung dengan Komunitas untuk memperluas jaringan dengan bertemu banyak orang yang mempunyai kesamaan tujuan, sehingga meningkatkan rasa percaya diri & wawasan. 
  6. Terus introspeksi diri. Jangan pernah berhenti mengintrospeksi diri, analisa setiap pekerjaan, bagaimana cara menjalani pekerjaan jangan sampai membuang waktu berharga dengan mengulang kesalahan karena lupa introspeksi diri.

 

Sumber:

Gender Insight Report, Linkedin, 2018

https://hbswk.hbs.edu/item/how-gender-stereotypes-less-than-br-greater-than-kill-a-woman-s-less-than-br-greater-than-self-confidence

https://business.linkedin.com

https://abcnews.go.com

Foto diambil dari www.freepik.com

 

Tiara Tri Hapsari

24 Mei 2021