Berinvestasi pada Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Meredakan Kelelahan Mental

Invest in your work-life balance. Time with friends and family is as important as the time at work. Getting that out of balance is a Recipe of Unhappiness.

-Stephen Gillett-

 

Praktik work-life balance mungkin menjadi lebih sulit pada saat pandemi seperti ini dikarenakan ruang kerja dan ruang pribadi menjadi satu-kesatuan. Belum lagi, peran domestik yang masih dibebankan kepada perempuan memperbesar dampak bagi perempuan baik dari sisi keamanan ekonomi, pekerjaan, representasi politik hingga kesehatanm termasuk kesehatan mental pekerja perempuan.

Berdasarkan survei Bekerja dari Rumah yang diadakan oleh IBCWE tahun 2020, 36% responden merasa dampak negatif terhadap kesehatan mental mereka. Alasan utama dari dampak negatif kesehatan mental adalah Kekhawatiran tentang situasi saat ini, masalah keuangan, keseimbangan pekerjaan dan keluarga.

Menjaga kesehatan mental merupakan suatu hal yang sangat penting. Namun, masih banyak orang yang mengabaikan rasa ‘lelah’ mereka karena mereka tidak tahu cara untuk mengatasinya.  Kesehatan mental apabila tidak diatasi akan berdampak pada fisik seperti sakit kepala, sakit perut, pegal-pegal hingga naik atau turunnya berat badan, depresi, cemas, apatis sampai penurunan produktivitas. 

Bagaimana mengenali kelelahan secara mental?

  1. Kelelahan fisik yang berkepanjangan
  2. Emosi yang tidak stabil
  3. Ketidakinginan berinteraksi dengan orang lain
  4. Menangis tanpa alasan atau lebih sensitif terhadap hal-hal kecil
  5. Motivasi menurun secara drastis 

Bagaimana meredakan kelelahan mental?

Istirahat.

Mulai dari yang sederhana seperti istirahat makan siang secara teratur, menyisihkan 15 menit istirahat dari pekerjaan hanya sekedar untuk berjalan-jalan atau menghirup udara segar. Kemudian, sisakan waktu luang di akhir pekan. 

Olahraga.

Tidak harus olahraga berintensitas tinggi, sudah banyak olahraga sederhana yang bisa dilakukan hanya dengan waktu 15-20 menit di Youtube.

Relaksasi.

Sebuah studi mengatakan bahwa mediasi dapat menurunkan kadar kortisol dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit terkait dengan stres.

Tidur cukup dan tepat waktu.

Usahakan untuk mendapatkan waktu tidur selama delapan jam. Hindari menghabiskan waktu terlalu banyak di tempat tidur dan buatlah rutinitas waktu tidur, seperti membuat jam waktu tidur yang sama.

Komunikasikan dengan pasangan tentang apa yang dirasakan.

Apabila ada hal-hal yang dirasa mengganjal, ceritakanlah kepada pasangan agar mereka mengerti dan memahami kondisimu.

Berbagi peran domestik dengan pasangan.

Belajar membagi pekerjaan domestik dengan pasangan, sehingga dapat meringankan pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan dengan beban ganda karena pekerjaan domestik bisa dilakukan oleh siapa saja, terlepas itu perempuan atau laki-laki.

Perawatan medis.

Jika sudah mencoba beberapa cara di atas, namun merasa masih belum bisa mengatasi rasa stresmu, segeralah minta bantuan kepada professional. Ahli kesehatan mental dapat memberikan kamu perawatan, terapi maupun obat yang tepat untuk membantu kamu mengatasi dan melewati masa sulit. 

Kesehatan mental pekerja tidak hanya menjadi prioritas bagi diri sendiri tapi juga juga harus menjadi prioritas bagi para pemimpin dan juga perusahaan, terlebih ketika masa pandemi covid-19 ini.

Bagaimana cara pemimpin atau perusahaan membantu karyawan menjaga kesehatan mental selama jam kerja:

Apa yang coba disampaikan oleh para CEO dalam wawancara bersama Harvard Business Review:

“Memiliki empati dalam interaksi sehari-hari dengan pekerja, pelanggan, vendor, investor, dll selalu menjadi keterampilan kepemimpinan yang penting, tetapi empati ini meningkat secara dramatis selama krisis yang berdampak pada semua orang secara pribadi dan profesional. Mengingat bahwa orang yang berkomunikasi dengan kita mungkin mengalami pengalaman dramatis selama krisis ini adalah subteks penting tentang bagaimana percakapan harus berlangsung”

“Mengukur diri sendiri sebagai pemimpin agar tetap kuat untuk semua orang yang bergantung pada kita. Bagaimana mengelola stres dan kelelahan organisasi dalam jangka waktu yang lama dan dengan sumber daya keuangan yang terbatas.”

 

Sumber:

Survey Bekerja dari Rumah, IBCWE, 2020

https://hbswk.hbs.edu/item/what-leaders-can-do-to-fight-the-covid-fog

http://yayasanpulih.org/2021/02/tanda-tanda-kamu-kelelahan-secara-mental-dan-cara-mengatasinya/

Foto diambil dari www.freepik.com


Tiara Tri Hapsari

24 Mei 2021