Ngobrol Santai, Ayah Percaya Kamu Bisa

Keluarga merupakan institusi pertama untuk mendidik anak. Di dalamnya terdapat peran orang tua sebagai pendidik, pendorong dan pendukung anak dalam kehidupan sosial dan merancang masa depan. Tugas dan peran orang tua merupakan kewajiban yang dikerjakan secara bersama tidak hanya oleh Ibu namun juga Ayah. Cara mendidik anak oleh Ibu dan Ayah sering kali berbeda, terutama kepada anak perempuan. Ayah cenderung lebih protektif terhadap anak perempuannya. Karena Ayah memiliki ketakutan-ketakutan mengenai keselamatan anak perempuannya. Dan hal tersebut juga berpengaruh kepada pemilihan masa depan, termasuk karir bagi anak perempuan.

Hal ini dikarenakan adanya nilai yang ditanamkan, bahwa perempuan biasanya berkarir di bidang administratif atau cenderung “halus”. Namun pada kenyataannya, banyak perempuan-perempuan memiliki karir di bidang yang didominasi laki-laki, seperti pilot, tentara, ahli teknik, teknologi informasi dan sejenisnya. Hal ini ternyata tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh Ayah kepada anak perempuannya. Ayah sebagai role model tidak hanya mendukung secara finansial dan pendidikan, namun juga memberikan kepercayaan bahwa anak perempuannya dapat berkarir di bidang apapun dan sukses dalam bidang tersebut.

Dalam acara Hari Ayah Nasional, IBCWE menggelar Ngobrol Santai, Ayah Percaya Kamu Bisa. Dalam ngobrol santai ini dihadirkan  seorang psikolog klinis dari Yayasan Pulih, Jane L. Pietra; pemenang Women in Science L’Oreal Indonesia yang juga seorang peneliti dan dosen, Retno Wahyu Nurhayati; dan TV broadcaster, Donny de Keizer. Diskusi yang dipandu Sakti Al Fattaah sebagai moderator ini membahas pentingnya peran dan kedekatan ayah terhadap perkembangan anak perempuannya. Bagaimana kedekatan dapat menumbuhkan kepercayaan anak perempuan bahwa mereka bisa memiliki profesi apapun, bahkan di bidang yang didominasi laki-laki. Menurut Jane L. Pietra, memang jika betul jika ayah terlibat dalam pengasuhan anak, dapat mendorong anak untuk menjadi percaya diri, berani menyampaikan pendapat dan mencoba hal-hal baru. Dan hal-hal yang sudah tertanam dari kecil ini dapat menuntun masa depan anak, khususnya anak perempuan, untuk berdaya secara ekonomi dan bekerja di bidang apa saja.

Hal ini terbukti dengan dihadirkannya seorang pilot perempuan dan anggota KOWAD (Korps Wanita Angkatan Darat) yang juga merupakan narasumber video kampanye sosial IBCWE. Dalam video tersebut ditampilkan tiga profil anak perempuan yang memiliki profesi di bidang yang didominasi laki-laki dan ayahnya mereka. Ketiganya adalah Tyas Marisca Anggarini, pilot Air Asia; Rita Erna Mayasari, anggota KOWAD; dan Anbita Nadine Siregar, product engineer Go-Jek. Mereka menceritakan dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh ayahnya yang membentuk diri mereka sekarang. Selain itu dari sisi ayah juga terlihat bagaimana mereka mempercayai anak perempuannya dan hubungan kedekatan secara emosional yang membuat anak perempuan mereka bisa berkarir dan sukses dalam bidang tersebut seperti sekarang.