Lima Perusahaan Indonesia Tersertifikasi EDGE

Lima perusahaan di Indonesia menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi EDGE. Kelima perusahaan ini adalah PT Tira Austenite Tbk, PT Pan Brothers Tbk, PT Adis Dimension Footwear, PT Accenture Indonesia dan PT Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia. Sertifikasi EDGE diserahkan langsung oleh Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox dan Presiden IBCWE, Shinta Kamdani.

Sertifikasi EDGE (Economic Dividens for Gender Equality) merupakan metodologi penilaian global terkemuka dan standar sertifikasi bisnis untuk kesetaraan gender. Sertifikasi EDGE  dirancang untuk membantu perusahaan, tidak hanya menciptakan tempat kerja yang optimal bagi perempuan dan laki-laki, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi kinerja perusahaan. Pemberian sertifikasi EDGE ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Sampai saat ini, EDGE telah memberikan sertifikasi kepada kurang lebih 200 perusahaan di 48 negara dan 23 industri.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra berharap, sertifikasi EDGE ini dapat diikuti perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya. "Sertifikasi EDGE merupakan lompatan yang membuat kesempatan perempuan Indonesia semakin maju. Saya berharap, lima perusahaan ini dan IBCWE menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya."

Presiden Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), Shinta W. Kamdani, mengaku, isu kesetaraan gender sudah menjadi isu global dan menjadi salah satu isu prioritas nasional. Dalam World Economic Forum 2017 disebutkan bahwa kesetaraan gender di Indonesia menduduki peringkat ke-84 dari 144 negara di dunia.

“Negara bukanlah satu-satunya pihak yang wajib mengedepankan isu kesetaraan gender, tetapi juga harus dilakukan oleh perusahaan. Kesetaraan gender bukan hanya baik untuk dilakukan, tetapi banyak studi yang telah membuktikan bahwa dengan menciptakan kesempatan dan lingkungan yang ramah gender, karyawan akan menjadi semakin produktif dan perusahaan makin bertumbuh besar,” tegas Shinta.

Selain penyerahan sertifikat, diadakan pula diskusi dengan moderator Nina Melinda dan panelis yaitu, Kepala Sekretariat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Darwanto; Ketua Ketenagakerjaan & Jaminan Sosial, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Harijanto; dan Kepala Program Studi Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Elizabeth Kristi Poerwandari.