Kesetaraan Gender Adalah Agenda Semua

Pencanangan kampanye HeForShe oleh ASEAN menandai 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini siap bergabung dengan sebuah kampanye dunia dimana kaum laki-laki memberikan dukungan kepada perempuan. ASEAN bekerja sama dengan UN Women, sebuah organisasi dunia untuk perempuan, merilis secara resmi kampanye ini pada Kamis (30/11) di Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh menyatakan, kampanye ini membuat semua orang terlibat dalam upaya mencapai kesetaraan gender melalui upaya mendorong laki-laki menjadi agen perubahan dan bertindak melawan ketidaksetaraan yang merugikan perempuan. “Kita membutuhkan para ayah dan ibu di rumah, para guru laki-laki dan perempuan, para jurnalis perempuan dan laki-laki di media, sebagaimana perempuan dan laki-laki para pembuat keputusan di ranah publik untuk menghapuskan diskriminasi-diskriminasi berbasis gender dan mendobrak atap kaca,” Ujar Le yang juga menyampaikan masih adanya kesenjangan gender di partisipasi di sekolah dan layanan pemerintah di ASEAN.

Sementara Direktur UN Women untuk Asia Pasifik Miwa Kato menyampaikan lambatnya kemajuan yang terjadi untuk mencapai target kesetaraan gender di tahun 2025. “Kita bahkan belum mendekati target dari apa yang kita inginkan di tahun 2025. Hal ini bisa menjadi hal yang tidak bisa diterima oleh generasi mendatang yang saat ini sedang kita layani,” Ujar Miwa dalam pidato sambutannya. Untuk itu, Miwa menekankan peran penting keluarga dalam mengubah pola pikir untuk mencapai kesetaraan gender. Ajaran yang menanamkan saling menghargai di unit komunitas terkecil antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, kakak dan adik atau sebaliknya, secara tidak langsung juga akan dibawa ke lingkungan di luar keluarga.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembise tampil dengan paparan yang lebih banyak menggambarkan tantangan mengubah pola pikir masyarakat patriakhis. Untuk itu, agenda kerja kementerian yang dipimpinnya fokus pada tiga prioritas yaitu melawan kekerasan terhdap perempuan dan anak-anak, melawan trafiking perempuan dan anak-anak, dan mengakhiri hambatan-hambatan ekonomi terhadap pemberdayaan perempuan.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan sejumlah panelis yang menyampaikan topik seputar ASEAN HeForShe. Panelis yang menyampaikan pemikirannya Wakil Komite Pejabat Resmi untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN  Richard K T Tan, Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, Duta Besar Kanada untuk ASEAN Marie-Louise Hannan dan Direktur Eksekutif IBCWE Dini Widiastuti. Dini mengingatkan adanya tantangan lebih dari sekedar atap kaca bagi para perempuan yang sedang menapak karir di dunia kerja. “Bukan hanya atap kaca tapi seperti labirin. Perempuan perlu menempuh banyak cara untuk sampai ke tingkat tertinggi di sebuah perusahaan,” ulas Dini.

Kampanye HeForShe diluncurkan oleh UN Women pada tahun 2014. Dua tahun kemudian Indonesia bergabung. Hal ini antara lain dengan pengukuhan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu dari 10 kepala negara yang menjabat sebagai Impact Champion atau duta global HeForShe.